Ibu,Wanita Terhebat
Ibu, semua orang di dunia ini pasti
tahu akan sosok ini. Sosok yang sangat berarti di kehidupan kita.Ibu bagaikan
malaikat yang senantiasa melindungi ,memberikan kasih sayang yang sangat kita
butuhkan. Perjuangan seorang ibu tidaklah mudah,beliau harus mengandung kita di
dalam rahimnya selama 9 bulan seta membawa kita kemanapun beliau pergi.Apakah
Ibu mengeluh saat kita di dalam kandungannya? Tidak,Ibu tidak pernah
mengeluh,beliau selalu mengharapkan kita lahir di dunia dan berjumpa dengannya.
Perjuangan ibu masih
panjang, yang terberat dalam hidupnya adalah beliau melahirkan kita. Ibu harus
menahan sakit yang luar biasa bagai tulang tulangnya dipatahkan. Ketika beliau
melahirkan kita di dunia dengan melawan dan menahan rasa sakitnya,Beliau justru
bahagia saat kita lahir.Ibu sering berkata kita adalah harta yang besar yang
beliau miliki. Beliau melupakan rasa sakitnya
dengan menyambut kita di dunia dengan memberikan kita ASI,pakaian dan
kasih sayang. Seiring bertambahnya usia kita,kita sering menanyakan hal-hal
yang tidak kita ketahui di dunia ini, pertanyaan itu kita sering tanyakan ke
beliau berulang ulang tetapi Ibu tetap menjawab pertanyaan kita dengan sabar
dan dengan kasih sayang.
Lagu Kasih Ibu Sepanjang masa mewakilkan kasih
sayang Ibu yang tak lekang oleh waktu.Ketika kita beranjak remaja ,kita mulai berbuat
yang tidak sengaja membuat hati beliau terluka. Hal kecil yang membuat beliau
terluka salah satunya yaitu membantah,tak sengaja membentak. Hati seorang Ibu
sangat rapuh ketika beliau dibantah dan dibentak oleh buah hatinya. Ibu hanya bisa
menangis dan tetap membimbing kita hingga kita tumbuh dewasa.
Di saat dewasa kita sudah disibukkan dengan
berbagai urusan di dunia. Ketika kita sudah disibukkan dengan berbagai urusan
beliau hanya mengharapkan kabar dari kita. Sejatinya Ibu tidak mau berpisah
jarak dengan buah hatinya akan tetapi,beliau harus mengalah dengan keadaan.
Beliau sangat bahagia walaupun kita hanya menelfon untuk memberikan sekadar
kabar. Ibu tidak mengharapkan hal lain selain kabar dari kita maka sayangi Ibu
kita seperti beliau menyanyangi kita.



Komentar
Posting Komentar